Tentang Perempuan yang Menjadi Lukisan
Entah
dengan apa perempuan itu membawa sekian wangi yang begitu saja menusuk
hidungku. Hilangkan sekian juta aroma lain yang jauh lebih dulu kukenal.
Mengubahku menjadi lelaki pelupa. Terlupakan banyak hal kecuali namanya
saja yang kurapal layaknya mantra.
Entah dengan apa pula
perempuan itu membuatku bisa menjadi pelukis. Sedang aku tidak pernah
bersentuhan dengan ilmu lukis. Tidak tahu fungsi dari berbagai bentuk
garis. Tak terlalu kenal rumusan komposisi warna. Tetapi ia tiba-tiba
sudah berubah ujud di ruang kamar imajinasiku, sebagai lukisan yang
seakan-akan benar-benar pernah kulukis.
Juga entah dengan apa
perempuan itu membuatku menjadi penari. Bersama dengan berbagai nama
nama tarian. Sedang ia sendiri lekat utuh menari bersamaku. Ditatapi
langit yang menaruh iri karena tak kulirik meski ia menjanjikan lebih
banyak warna. Ditatapi bunga yang menjanjikan lebih banyak aroma. Tetapi
tarian ini adalah tarianku bersamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar