mengais sisa waktu yang kian pudar
aku terjaga di bawah kepungan jelaga
kugoreskan lewat jemariku
sebuah siluet kehidupan
sosok wanita renta berhiaskan lekukan
draperi pada keriputnya
menatap senja yang mulai bergulir
sorot matanya menerawang ke angkasa
menghitung kerlip bintang yang samar-samar mulai
nyata
katup bibirnya mendesahkan nafas
hentak dadanya menahankan keheningan
pikirnya melayang menembus langit kelam
mencari-cari kekasih hatinya
mengais waktu yang kian pudar
kutahu
senja ini adalah senja yang kesekian kalinya
dan ia tak pernah lelah menunggu
bertemankan dingin dan beku malam
(14022012_pgm smanimori)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar